Senin, 19 Maret 2012

Mencoba untuk Konsisten

Assalamu'alaikum Sahabat ....

Mencoba untuk konsisten. Konsisten untuk apa ya?

Yang pasti, aku berniat konsisten untuk mengisi blog ini. Hitung-hitung untuk latihan jadi penulis. Biasanya kalau buka blog, kerjaanku cuma mendandani blog aja biar tambah cantik. Tapi isinya malah nggak nambah-nambah. Hihihi.

Sekarang aku mau buat komitmen dengan diriku sendiri. Harus disiplin menambah postingan di blog yang sangat sederhana ini. Kalau tidak juga, sebagai hukuman, Sahabat boleh menjewer telingaku deh. :D

Hari ini kegiatanku menambah gambar cover buku-bukuku. Walaupun masih keroyokan dengan teman-teman sekomunitas Writing Revolution, aku sudah sangat bersyukur. Belum sampai setahun bergabung, aku sudah punya tiga buku antologi:
  •  Potret Setetes Keringat
  •  Sabda Hati untuk Negeri
  • Writing Dream


Sekarang  aku juga sedang menunggu dua buku lagi yang sedang proses cetak:
  • Dalam Genggaman Tangan Tuhan
  • Narsis Unlimited


Keduanya juga merupakan antologi. Tapi aku punya mimpi untuk menerbitkan buku solo. Hmmm... Mudah-mudahan segera terwujud. Doakan ya Sahabat.

Cukup sekian deh postingan hari ini. Udah Malam. See you.
Wassalam.

Minggu, 18 Desember 2011

Buku Pertamaku: Potret Setetes Keringat

Assalamua'alaikum Wr. Wb.

Halo Sahabat....

Aku datang lagi!
Kali ini tidak dengan tangan kosong.
Oh, bawa oleh-oleh kah?
Oh, bukan, bukan.
Jadi bawa apa dong?

Mau tahu? Mau tahu? Mau tahu? (kayak Ustadz Nur Maulana aja, hehehe).
Aku bawa buku baru. Eits, bukan buku sembarangan lho.
Tapi bukuku sendiri! Keren, kan?

 Sebenarnya bukan sepenuhnya buku pribadi, tapi sebuah antologi (kumpulan) cerpen, keroyokan dengan teman-teman Writing Revolution angkatan VI. Apaan tuh Writing Revolution? Itu tuh sebuah grup kepenulisan, ntar aku buat posting khusus tentang itu.

Oke, kembali lagi ke buku baruku. Bukuku itu berjudul Potret Setetes Keringat. Bukan setetes keringat yang dipotret ya, hihihi. Tapi maksudnya adalah sebuah gambaran perjuangan orangtua kita. Betapa perjuangan mereka sangat, sangat, sangat besar untuk hidup kita. Demi memenuhi kebutuhan anaknya bahkan keinginan anaknya yang tidak tahu diuntung, mereka dengan rela menguras keringat, bahkan terkadang disertai dengan kucuran air mata dan darah. Sungguh, mereka tidak akan terganti dengan apapun di dunia ini.

Buku ini aku persembahkan kepada orangtuaku terkasih dan buat orangtua di seluruh dunia.
Bagi yang ingin memesan buku ini, silakan klik di sini.

Trims atas perhatian Sahabat semua. Oh ya, jangan lupa beli bukuku ya... promosi boleh, kan? Hehehe.
Wassalam.



Minggu, 13 November 2011

Cewek Cantik VS Sampah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Hai hai hai Sahabat....
Dah lama nggak ngisi blog nih.

Gadis cantik vs sampah. Apa sih hubungannya  seorang gadis cantik dengan benda kotor ini? Penasaran?

Sebenarnya nggak ada hubungannya, cuma aku aja yang maksa ada kaitannya! Hihihi.
Begini Sahabat. Aku pernah satu angkot dengan seorang cewek cantik, penampilannya menarik banget. Sampai-sampai semua cowok yang di dalam angkot memelototinya dari atas sampai ke bawah. Hmmm....

Dia membawa sebuah tas dan sebuah botol air mineral yang isinya tinggal sedikit. Terus, apa hubungannya dengan sampah? Eits, sabar Sahabat!

Siang itu cuaca memang agak panas. Mungkin si cewek cantik tadi jadi kehausan. Dengan anggunnya dia membuka tutup botol air mineral dan menenggak isinya sampai habis. Lalu ditutupnya kembali, masih dengan cara yang sungguh mempesona!

Setelah itu dia menoleh ke samping kiri dan kanan, seperti mencari sesuatu. Ternyata dia mencari jendela yang terbuka. Kali ini dengan cara yang sama sekali TIDAK ANGGUN, dicampakkannya botol air mineral yang sudah kosong itu dari jendela angkot! Dilempar ke tengah jalan saat angkot melaju kencang. Huft! Keseel!

Hilang sudah keanggunannya di hadapanku. Percuma saja cantik fisik tapi tidak cantik perilakunya. Kalau saja dia berpikir, jalan raya itu bukan tempat sampah! Yang namanya sampah, tentu harus dibuang di tempat sampah! Kalau botol itu membuat pengendara-pengendara di belakang angkot itu terkejut dan reflek menghindar. bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Mungkin kecelakaan, gara-gara sebuah botol air mineral yang dibuang sembarangan!

Bayangkan Sahabat. Kalau setiap kita membuang satu sampah saja di jalan raya, wah... nggak bisa dibayangkan bagaimana menggunungnya sampah itu! Seribu orang yang lewat dan membuang sampah, seribu sampah pula yang bertebaran di jalanan.

Sahabat....
Aku berharap, kita bisa membuang sampah pada tempatnya. Jangan sampai kita yang makan isinya, orang yang dapat bungkusnya! Apalagi sampai membahayakan orang lain. Nggak sopan banget! 
Wassalam....