Rabu, 31 Mei 2017

Catatan Tarawih Malam ke-6 Ramadhan 1438 H

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat, alhamdulillah ya, sesuatu. Ahahaha, apaan sih? 😂😂😂

Sebenarnya mau bilang alhamdulillah, karena kita masih diberi kesehatan dan umur panjang hingga kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan tahun ini.

Nih, intisari ceramah Pak Ustadz tadi, materinya tentang iman. Menurut yang kuingat, tadi beliau mengatakan bahwa iman itu ada dua.


  • Yang pertama, iman itu sabar. Maksudnya sabar dalam menjalankan ibadah. Kalau di bulan ini, tentu aja bersabar dalam berpuasa dan tarawih. Jika kita tidak sabar, yaaa mana mungkin kan bisa nahan haus dan lapar sampai tibanya azan maghrib terdengar. Beliau ngasih contoh lucu: Kalau kita keluar sore, jam 3 aja udah banyak bertebaran yang jual makanan berbuka. Biasa kan kalo kita ngiler lihat nya. Semua mau dibeli. Ini nanti kubeli, itu juga, eh yang sana aku juga mau. Gitu kita kan? Semua mau diborong. Itu mah aku, wkwkwk. #nutup muka pake saringan kelapa 😁😂😂 Gitu juga waktu tarawih. Kalau bukan karena sabar, mana mungkin kita sanggup mengerjakan 23 rakaat sholat tarawih dan witirnya. Apalagi kalau imannya lambat bacaannya, baca bismillahnya aja dinyanyiin 😱😱😭 Ampun Ya Allah, Hayati gempor dah! 😩😫😭

  • Yang ke dua, iman itu syukur. Jadi kalau kita dikatakan beriman, kita itu harus pandai bersyukur. Kan Allah bilang dalam AlQuran, Kalau bersyukur, maka akan Kutambah nikmat, jika tidak bersyukur, sungguh AzabKu sangat pedih. Cara bersyukur nya bagaimana? Ya gampang aja rumusnya, lakukan perintahNya dan jauhi LaranganNya. That's it. It's simple, right? 😍😍😍


*****

Oke, sekarang masuk ke unek-unek aku yaaa? Mau lanjut baca, nggak?

Apa? Nggak mau baca? 😱😱😱 Ya terus baca aja napa? Ya, ya ya? 😗😙😘  #maksa 😁

Gini Sahabat.
Kesal nggak sih, kalau pas sholat berjamaah, (tadi nih, waktu tarawih barusan), orang di sebelah kita asyik cerita aja. Asal bisa cerita, cerita lah orang tuh berdua. Pas jeda bilal, mulailah kasak-kusuk, sampe orang udah berdiri mulai lagi tarawih rakaat berikutnya, masih betah duduk bergosip. Mereka berdiri nya itu pas Alfatihah dah mau selesai. Coba deh, nih orang maksudnya mau ibadah atau bergosip, sih? Macam nggak ada waktu lain aja, orang-orang di sebelahnya kan jadi terganggu sholatnya, nggak khusuk. #halah macam aku bisa khusuk aja 😓😪😫

Eh, pas lihat saf di belakang, banyak remaja putri nih yang jadi jamaahnya, tingkahnya juga astagfirullah. Ck. Pas ustadznya ceramah, dia sibuk ngutak-ngatik HP. Entah denger antah nggak itu ceramahnya tentang apa. Yang buat lebih kesal lagi, tahu nggak Sahabat? Begitu selesai salam kanan kiri, detik berikutnya, belum juga bilal mengeluarkan suara, secepat kilat anak-anak gadis itu langsung menyambar HP-nya. Kayaknya lebih khusuk main henpon daripada tarawih. Mati kali ya mereka kalau lama-lama pisah sama henponnya? 😲😲😲

Bukan, bukannya aku sok alim atau ahli ibadah. Bukan itu maksudku. Ya, hanya aja, aku tau hal-hal yang mereka lakukan itu kurang tepat pada situasi dan kondisinya. Ibadah ya ibadah aja. Jangan ada gosip di antara kita ☺☺☺ Atau jangan ada update status di ibadah kita. Ya kali buat status kayak gini:

Lagi tarawih nih woy, jangan diganggu yaa. #Cew3kC4nt!Kpeng3nTob4t

Yaelah, hastag-nya nggak kuat 😵😲😒
Aku mau negur tapi gimana ya? Takutnya mereka tersinggung. Maklumlah, mulutku ini suka nyeplos, nyablak aja bawahannya, nggak pake disaring-saring omongannya. Kan nggak lucu sih, sebelahan sholat malah jadi musuhan. Aku cuma bisa bahan kesal dalam hati. 😭😭😭

Kalau katanya boleh tidak mengingatkan asalkan dalam hati tidak membenarkan, itu adalah kadar iman yang paling rendah, oke, Hayati sadar Abang Zainuddin. Iman Hayati memang lemah, gampang di obrak-abrik sama wajah Abang yang ganteng. 😍😍😍 Eh, ini apaan lagi, sih aku?! Maafkan ya 😁😁😬

Ah udahlah cuap-cuap nggak kelasku malam ini. Happy Ramadhan yaaa, Sahabat.

Wassalam.

Kamis, 04 Mei 2017

Menu Apa yang Cocok untuk Penderita Gagal Ginjal?

Assalamualaikum 😄😄😀

Huwaaa ....😩😭😭
Aku kesal malam-malam gini.
Memangnya kenapa?
Tuh, si Mamak nggak bisa dilarang.

Ceritanya tuh begini. Tetangga sebelah dapat giliran ngadain wirid/pengajian bapak-bapak. Nah, menu makanan yang dibuat Ibuk sebelah itu dibawa pulang sama si Bapak. Menunya nasi urap, ada tambahan telur, ikan asin sama kerupuk. Syeedap kali kan?!

Tapi, berhubung si Mamak udah divonis kena CKD (gagal ginjal) stage V sejak tanggal 12 April kemarin (yang alhamdulillah belum disarankan cuci darah karena belum ada tanda-tanda uremik kayak susah buang air kecil, penumpukan cairan di tubuh ataupun sesak napas), beliau pengen ikut makan tuh nasi berkat. Ya Allah, itu kan ada sayurannya.

Lah, memang kenapa kalau ada sayuran? Itu dia lah yang buat pusing. Dokter yang merawat si Mamak memberikan informasi kalau orang yg kena CKD, itu menu makannya benar-benar terbatas. Enggak boleh makan buah (kecuali pepaya, karena ada kalium katanya kalau nggak salah, bisa  larut waktu buang air besar. Terus nggak boleh makan sayuran, yang kalau lagi pengen kali, tuh sayuran harus dimasak 3 kali (pertama sayurannya harus direbus sampai mendidih, terus airnya dibuang diganti yang baru. Direbus sampai mendidih lagi, trus dibuang lagi airnya, ganti yang baru. Nah yang ketiga ini dimasak harus sampai mendidih baru bisa dimakan). Rempong ya? Embeeer! 😩😫

Makanan yang dipantang berikutnya adalah kacang-kacangan. Kalau ini gampanglah. Karena selama ini memang si Mamak udah pantang karena asam uratnya mencapai 12,6! Terus yang terutama dilarang adalah garam. Yap! Kayak mana kalau makanan nggak dikasih garam, ya gitu, hambar! Enggak ada enak-enaknya!

Belum lagi asupan protein yang harus benar-benar dibatasi. Oooi makjang! Jadi si Mamak harus makan apa coba? Semuanya nggak boleh. Kasian lihatnya.😭😭😭

Ya gitu lah, malam ni si Mamak jadi mencicipi urap yang bahannya sayuran semua. Ya tentu aja Ibuk sebelah ngerebus sayurannya cuma sekali aja kan, ya? Mudah-mudahan aja lah si Mamak tersayang nggak tambah sakit.

Oya Sahabat, ada yang mau sharing menu untuk CKD nggak? Aku bingung mau masakin si Mamak apa. Tolonglah aku yang sedang galau ini. 😩😭😭

Wassalam 😉

Rabu, 14 September 2016

Cara Meluruskan Rumbai Selendang

Assalamualaikum Wr., Wb.

Hai, halo apa kabar?
Dah lama nggak ngepost nih. Biasa, sok sibuk, hihihi.

Kali ini aku mau ngasih cara meluruskan rumbai selendang, tapi yang terbuat dari benang bordir.

Ini contoh rumbai selendang yang kusut dan amburadul ampun-ampunan.
Kusut banget kan??? Kayak hidupku yang galau tingkat dewa, wkwkwk.

Biasanya rumbai selendang pasti kusut kalau udah siap di cuci, atau terlipat/tergulung waktu disimpan di lemari.

Cara meluruskannya gampang kok, Sahabat. Gini nih:

A. Alat dan Bahan
    - Air
    - Sisir
    - Setrika

B. Cara
    - Letakkan selendang dengan rapi. Lalu semprotkan rumbai dengan air, kalau nggak punya semprotan, dipercikkan aja pun bisa, yang penting rumbainya basah.
   - Sisir rumbai dengan perlahan. Untuk di awal, pake sisir yang giginya jarang. Kalo ada yang menggumpal, perbaiki dulu. Kalo gumpalannya nggak bisa diurai, ya udah jangan dipaksa, langsung di sunat aja, wkwkwk. Dipotong maksudnya, hahaha.
Gini nih penampakannya kalo udah siap disisir.

   - Lihatlah rumbai di atas, ujungnya nggak rata kan? Ya udah, tinggal disunat lagi, hahaha, diguntinglah pokoknya.

- Langkah terakhir, silakan disetrika untuk mengeringkan rumbainya. Suhu setrikanya nggak usah panas2, yang sedang-sedang aja.

Ini hasilnya, udah cantik lagi kan???


Silakan dicoba ya, Sahabat. Kalo ada yang mau ditanyakan, silakan tanya dikolom komentar. Atau kalo Sahabat punya cara lain yang lebih gampang, silakan disharing ya. Okeee :-)

Oiya, ini aku coba-coba nulis langsung dari hape, gak dari notebook seperti biasa. Jadi tolong dimaklumi kalo susunannya berantakan yaaa, hehehe.

Wassalam.