Senin, 01 Juni 2015

Once Upon A Time Episode 2 (Bagian 2)



Assalamu'alaikum Wr., Wb.


ONCE UPON A TIME Episode 2 (Bagian 2)

Emma sedang membaca file Henry. Sherif datang untuk menangkap Emma. Emma bingung dong! Ternyata Emma ditangkap karena ketahuan mencuri file Henry dari kantor dokter Archie. Buktinya sudah jelas, file itu bertebaran di atas ranjang Emma! Oo jadi ini rencana Regina, menangkap Emma lalu menyuruhnya pergi dari Storybrooke?

 
Regina datang ke sekolah Henry dan bilang pada Henry kalau Emma ditangkap.


Emma difoto di kantor polisi untuk berkas tahanan mungkin, ya?


Emma menyangkal dia mencuri file itu. Tiba-tiba Henry datang membawa Mary yang bersedia menjadi penjamin Emma, jadi Emma bisa dibebaskan. Mary bilang dia mempercayai Emma tidak mencuri.


Begitu Emma dibebaskan, dia pergi ke kebun apel Regina dan menebang pohon apel kesayangan Sang Walikota. Regina yang berada di ruang kerjanya, melihat dari jendela dan murka!


Emma bilang ia tidak takut dengan apa yang akan dilakukan Regina padanya. Intinya, dia menantang Regina! Emma menabuh genderang perang!

Negeri Dongeng
Regina berbincang dengan pria tua. Pria tua melarangnya membalas dendam. Regina bertanya, apa kau ingin melindungiku? Pria tua itu menjawab kalau melindungi Regina adalah hidupnya. Wuih, setia amat! Regina minta pendapat kenapa kutukannya nggak berhasil. Pria tua itu menjawab Regina harus datang ke orang yang memberikan kutukan itu pertama kali. Pria tua mengingatkan balas dendam adalah jalan yang paling gelap dan sunyi, sekali melaluinya nggak kan ada jalan kembali.


Regina menyamar menjadi sebuah tikus untuk bisa menemui Rumplestiltskin di penjara (aissh, masih susah aja aku ngetik namanya!) Rumplestiltskin sudah tahu kalau itu Regina, jadi jangan menyamar lagi. Regina langsung berubah ke wujud aslinya.


Rumplestiltskin bercerita kalau Snow dan suaminya datang padanya karena resah dengan kutukan Ratu. Tentu saja Ratu senang. Tapi Rumplestiltskin bilang kalau kutukan Ratu bisa dipatahkan oleh anak Snow yang akan dilahirkan. Ratu kaget.
Ratu bertanya kenapa kutukannya belum berhasil. Rumplestiltskin bilang ia akan memberitahu tapi ada syaratnya. Dia minta di dunia yang baru nanti, dia menginginkan kenyamanan dan kehidupan yang lebih baik (bukan di penjara kayak sekarang). Regina menjamin Rumplestiltskin akan memiliki tanah dan kaya (oo pantas saja dia yang punya kota Storybrooke!).
Rumplestiltskin menginginkan satu hal lagi, Regina harus  melakukan semua yang dia inginkan, apalagi kalau dia mengatakan “Please”, (tolong). Regina mengiyakan tapi dengan syarat di dunia baru nanti Rumplestiltskin tidak akan mengingat kesepakatan ini. Rumplestiltskin setuju. Deal!
Rumplestiltskin memberitahu kalau kutukan akan berhasil dengan mengorbankan jantung dari sesuatu yang kita cintai. Regina menjawab dia sudah mengorbankan jantung kuda peliharaan kesayangannya. Rumplestiltskin menjawab itu tidak cukup! Kekuatan besar membutuhkan pengorbanan yang besar.  Jantung dari sesuatu yang berharga, yang paling kau cintai.
Regina menjawab yang paling kucintai sudah mati karena Snow White. Siapa itu yang paling dicintai Ratu ya? Sampai Ratu mendendam seperti itu?


Rumplestiltskin bertanya, apa tidak ada lagi yang kau cintai? Kutukan dan pembalasan ini tidak mudah, Dear. Kau tahu siapa yang kau cintai. Pergi bunuh dia.

Dunia Nyata
Emma pulang ke penginapannya. Begitu ia membuka pintu, nenek datang dan bilang kalau Emma tidak boleh lagi menginap di penginapan ini. Emma tahu pasti ulah siapa ini, Regina! Emma pun pergi dari penginapan.


Regina memanggil Sherif untuk menangkap Emma karena sudah mengacak-acak kebun apelnya. Sherif tidak mau karena tahu penangkapan sebelumnya Emma dijebak melakukan pencurian.



Mereka berdebat. Regina bilang ini demi Henry. Sherif bilang justru Henry menyukai Emma. Jadi kalau Regina tetap ‘merusuhi’ Emma. Maka satu-satunya yang terluka adalah Henry. Regina terdiam.

Emma pergi dari penginapan. Dia menuju mobilnya, tapi sepertinya Regina sudah merusak mobilnya. Tak lama Regina menelpon meminta Emma datang ke kantornya, dengan berjalan kaki!


Emma menemui Regina. Regina ingin meminta maaf karena menghalangi Emma tinggal di Storybrooke dan menghalangi niat Emma yang ingin merebut Henry darinya.



Emma bilang ia tidak ada keinginan merebut Henry. Ia hanya ingin memastikan kalau Henry baik-baik saja. Semakin Regina melarangnya, semakin kuat keinginan Emma untuk tinggal, untuk melihat bagaimana bermasalahnya Henry yang mengira semua orang di kota itu adalah tokoh dongeng. Henry yang tidak bisa membedakan mana dongeng mana kenyataan, menurut Emma itu gila.
“Kau pikir aku gila?” kata Henry tiba-tiba dari arah pintu. Ternyata Henry mendengar apa yang diucapkan Emma. Ia langsung pergi karena kecewa dengan Emma.
Emma bertanya pada Regina berapa lama Henry berada di situ. Cukup lama, jawab Regina. Emma bertanya lagi, kenapa kau tahu dia akan berada di sana? Regina bilang karena Henry akan datang setiap Kamis jam 5 sore untuk mengajaknya makan malam sebelum terapi. Tentu saja aku tahu, karena aku ibunya. Aissh, pukulan telak untuk Emma! Dia cuma bisa bilang kalau Regina tidak punya jiwa!




Negeri Dongeng
Cermin ajaib bertanya pada Ratu apa Ratu mendapatkan jawaban dari Rumplestiltskin? Tapi Ratu tidak menjawab, ia berlalu begitu saja.
Pria tua sedang menyalakan lilin. Begitu Ratu datang ia bertanya sama seperti yang ditanyakan cermin ajaib.
Ya, tapi itu bertentangan dengan diriku, jawab Ratu.
Pria tua itu mencoba membantu. Wajah Regina langsung sedih, aku harus mengambil jantung dari seseorang yang paling kucintai. Pria tua itu terdiam seperti berpikir. Lalu menjawab, aku. Wuaaa, siapa sebenarnya pria tua itu? Apa hubungannya dengan Regina???



Regina memejamkan matanya, sedih! Lalu ia menghadap pria tua itu dan berkata. “Ayah, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.” Ooo... ternyata pria tua itu ayahnya Regina!
Ayahnya membujuk Regina tidak harus melakukan balas dendamnya. Regina merasa Snow sudah merenggut kebahagiaannya, jadi dia tidak bisa tinggal diam.
Ayahnya tetap membujuk untuk melupakan semua dendamnya dan memulai hidup yang baru.
“ Tapi kehidupan seperti apa? Semua yang kubangun akan hilang. Kekuatanku pun akan hilang. Mereka akan menganggapku tidak ada apa-apanya.” Jawab Regina.
“Kekuatan memang menggoda, cinta pun begitu . Kau akan mendapatkannya lagi.” Cinta seperti apa yang membuat Regina dendam seperti itu pada Snow ya?
Regina menangis di pelukan ayahnya, “Aku hanya ingin bahagia.”


Ayahnya memastikan kalau Regina akan bahagia. Mereka akan bahagia. Tapi pilihan ada padamu.”
Air mata Regina semakin deras. Ia membenarkan kata ayahnya, “Ayah memang benar, aku bisa bahagia.” Tiba-tiba wajahnya berubah jadi kejam, “Tapi tidak di sini!” sambil menusuk perut ayahnya. Hiks hiks.... Regina kejam kali! Aissshhh. Begitu ayahnya tergeletak di lantai, Regina Cuma bilang, “Maafkan aku.” Air matanya  menetes lagi.

Dunia Nyata
Mary sedang menyulam. Seseorang mengetuk pintu. Ternyata Emma yang datang untuk mengucapkan terima kasih dan mengembalikan uang jaminan yang dibayarkan Mary untuk membebaskan Emma dari penjara. Emma mukanya kusut kali.

Mary menawarkan diri jadi teman curhat Emma. Emma menyambut tawaran itu.
Emma meminum secangkir cream dengan taburan kayu manis di atasnya. Dia kan suka kayu manis.
Mary minta maaf karena tidak menanyakan dulu apa Emma suka kayu manis atau tidak, karena Mary juga suka kayu manis. See? Henry, Emma dan Mary sama-sama suka kayu manis. Apa semua yang dikatakan Henry itu benar? Issh penasaran lah!


Emma bertanya kenapa Mary percaya padanya sampai-sampai mau mengeluarkan dia dari penjara.
Mary menjawab kalau dia merasa mereka pernah bertemu sebelumnya, maksudnya sebelum ketemu di Storybrooke.
Emma bilang dia akan pergi. Oh, no! “Terima kasih untuk segalanya, tapi kurasa ini yang terbaik. Jika aku tinggal, Henry akan semakin terluka.” Issh, Emma sudah putus asa.
Mary coba menebak-nebak kira-kira apa yang kan terjadi kalau Emma pergi. Siapa yang akan melindungi Henry kalau bukan Emma sendiri. Emma terkesiap.
Henry berada di praktek Archie Hopper. Dia memegang payung Archie. Henry sedih kali kelihatannya. Cup cup cup Henry.... Tapi dia diam saja.

Archie membujuknya bicara, “Payung itu semacam jimat keberuntunganku. Itu sebabnya kau mengira aku Jiminy Cricket?”
“Kurasa kau bukan siapa-siapa.” Dia meletakkan payung Archie di meja. Henry sepertinya menyerah gara-gara dicap ‘gila’ oleh Emma. Archie pun bingung.
Tiba-tiba Emma masuk. Spontan Archie berdiri dan meminta maaf karena menjebak Emma. Emma bilang tidak apa-apa. Dia lebih peduli dengan Henry. Dia meminta maaf. Tapi Henry tidak mau bicara dengan Emma. Archie mencoba menengahi, tapi Emma tidak memberi kesempatan.


‘Henry, satu-satunya alasan aku tinggal adalah... kau. Aku ingin lebih mengenalmu.” Emma membujuk.
Henry memotong, “Kau berpikir aku gila.”
“Tidak. Kupikir kutukannya yang gila. Tapi bukan berarti itu tidak benar.” Mata Emma melirik Archie.
“Tapi kau bilang pada ibuku...” Henry masih memojokkan Emma.
Emma menyambung, “Apa yang ingin dia dengar. Jika kutukan itu memang benar, satu-satunya cara menghancurkannya adalah dengan memperdayai Ratu Jahat. Membuatnya berpikir kalau kita adalah orang yang tidak percaya. Dengan begitu, dia tidak akan merencanakan sesuatu terhadap kita. Bukankah itu yang disebut Operasi Cobra?” Emma melirik Archie lagi dan Archie tersenyum karena Emma berhasil membuat Henry bersemangat lagi.
Henry langsung antusias, “Jenius,” katanya.

Emma memegang lembaran buku yang dirobek Henry. Emma bilang dia sudah membacanya. “Henry, kau benar. Mereka berbahaya. Hanya satu cara agar mereka tidak melihat ini.” Emma membawa lembaran-lembaran itu ke perapian dan membakarnya. “Sekarang kita beruntung.”


Henry langsung memeluk Emma, “Aku tau kau di sini untuk membantuku.”
“Tentu.” Kata Emma. ”Tidak ada yang bisa menghentikan, bahkan sebuah kutukan sekalipun.”



Negeri Dongeng
Di hadapan kobaran api, Regina memegang sebuah peti kecil. Kali ini dia sendirian, tidak ada para sekutunya. Dia mengeluarkan isinya dan melemparkannya ke dalam kobaran api. Jantung ayahnya! Iisshh....


Api langsung membesar dan bergumpal menjadi asap hitam yang sangat tebal. Regina memandang takjub melihat asap kutukannya. Kutukan Regina telah berhasil dibuat! Asap itupun mermbat kemana-mana.


Regina mengunjungi sebuah makam dan menaruh sekuntum mawar hitam di atasnya sambil berkata, “Aku menyayangimu.”


Ternyata nama ayahnya adalah Henry. Mungkin itulah sebabnya ia menamai anak angkatnya dengan nama ‘Henry’ sebagai tanda cinta dan penyesalan pada ayahnya.

Dunia Nyata
Emma dan Henry keluar dari praktek dr. Hopper dengan bahagia.
Regina membersihkan pohon apel yang digergaji Emma. Tampak Tuan Gold datang, dia menyapa Regina dengan mengatakan, “Berantakan sekali.”



Regina bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk Tuan Gold?
Tuan Gold bilang ia hanya singgah dan melihat Regina begitu bersemangat.
Regina tertawa. “Hari ini indah. Aku baru saja menyelamatkan kota dari orang yang tidak diinginkan.”
“Emma Swan. Sungguh?” Tuan Gold menebak siapa orangnya.
“Ya, aku bisa membayangkan dia sedang dalam perjalanan menuju Boston sekarang.” Kata Regina dengan senangnya karena dia berhasil mengusir Emma.
Tapi Tuan Gold meragukan itu. Muka Regina langsung berubah tidak enak.
“Aku baru saja melihatnya jalan-jalan dengan anakmu. Mereka kelihatan sangat akrab.” Kata Tuan Gold menjawab penasaran Regina. Tentu saja Regina terkejut.
“Mungkin kau harus datang padaku. Jika Nona Swan tidak bisa kau atasi, aku dengan sangat senang akan membantu. Tentu saja dengan sebuah imbalan.”
“Aku tidak ingin membuat kesepakatan denganmu lagi.” Tolak Regina.
“Kesepakatan apa yang kau maksud?” tanya Tuan Gold sambil memetik sebuah apel.
Regina yakin Tuan Gold tahu kesepakatan apa yang dia maksud.
“Oh, ya. Anak yang kuadopsi untukmu. Henry. Apa aku pernah mengatakan padamu betapa indahnya nama itu? Bagaimana kau bisa memilih nama itu?”
Regina terdiam. Kita tahu sejarah nama Henry itu, kan?
“Kau ingin semua ini terjadi, kan? Kau menemukan Henry bukan sebuah kebetulan, kan?” tanya Regina.
“Apa maksudmu?”
“Dari mana kau mendapatkannya? Apa kau tahu sesuatu?”
Tuan Gold tersenyum dan berkata, “Aku tidak tahu apa yang kau tuduhkan.”
Regina makin meradang. “ Siapa wanita itu? Ibunya. Emma Swan?”
Tuan Gold bilang, “Aku hanya bisa katakan kalau kau sangat mengenal dia. Aku harus pergi.” Ya iyalah. Kalau dunia dongeng yang dikatakan Henry itu benar, harusnya Regina kenal. Emma kan bayi yang dia cari. Tapi ya manalah kenal lagi, Emma sudah dewasa.
Regina menghalangi. “Beritahu aku apa yang kau ketahui.”
“Aku tidak akan menjawabmu, Sayang. Jadi biarkan aku pergi. PLEASE.”
Regina terdiam. Tuan Gold menggigit apelnya dan langsung pergi. Begitu Regina memandangi kepergian Tuan Gold, eh Tuan Gold malah melempar apelnya ke belakang. Regina sepertinya shock.

Cuap-cuapku:
The thing you love most. Sesuatu yang paling kau cintai. Bagi Ratu, itu adalah ayahnya. Bagi Emma, tentu saja Henry. Berbeda dengan Ratu yang mengorbankan ayahnya demi egonya, kepentingannya sendiri. Emma pada awalnya mengirim Henry ke panti asuhan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik. Dan sekarang Emma malah mengesampingkan egonya demi menjaga Henry.
Tentang Regina dan Tuan Gold. Wouu, bukankah di dunia dongeng, mereka buat kesepakatan kalau Ratu akan mengabulkan semua permintaan Rumplestiltskin kalau ia mengatakan “Please.” Tolong....
Makanya Regina langsung membiarkan Tuan Gold pergi. Apa ini menandakan kalau kutukan yang dikatakan Henry itu benar? Semua yang di buku dongeng itu benar? We’ll see....

Wassalam.


0 komentar:

Posting Komentar