Senin, 11 Maret 2019

Cara Menyembunyikan Jumlah Subscriber Channel Youtube


Assalamualaikum 😊😊😊

Aku punya channel YouTube by the way, hehehe. Nama channelnya Dinda Lyena, kontennya tentang tutorial menjahit dan membuat souvenir/hantaran. Kalau ada yang mau nonton silakan klik di sini. Jangan lupa subscribe yaaa 😁😁😁

Bicara tentang subscribe, tentu erat kaitannya dengan jumlah subscriber di sebuah channel YouTube. Ada beberapa Youtuber (aku lebih suka menyebutnya dengan Konten Kreator) yang tidak mau menampilkan jumlah subscriber channelnya, contohnya aku, hehehe. Kalau aku alasannya malu. Maklum masih channel kecil yang jumlah subscribernya masih 3 digit alias ratusan.

Bukan karena apa-apa sih, tapi biasanya kalau penonton Youtube melihat jumlah subscriber kita sedikit, kok mereka agak kurang percaya gitu untuk mau subscribe. Aku aja tiap hari cuma bisa dapat 2 atau 3 subscriber. Paling mentok dapat 6. Begitu pun, aku bersyukur dari pada nggak ada sama sekali.

Beda hal sama channel artis atau gosip. Wuuuw! Baru buat aja subscribernya langsung membludak. Ah, tapi ya sudahlah.

Nah, karena aku malu dengan jumlah subscriber aku yang masih sedikit itu, aku memilih untuk menyembunyikannya. Ada kok caranya.

Bagaimana?

Sini, biar aku kasih tahu caranya.

Sebelumnya ini tampilan channel aku yang masih terpampang nyata jumlah subsribernya. Lihat kan, jumlahnya masih sedikit, cuma 367, hehehe.




Oke, kita mulai ya 😊😊😊


  1. Buka akun YouTube kamu (dalam mode dekstop ya, karena kalau mode selular nggak bisa) 
  2. Klik gambar profil kamu di sudut kanan atas, lalu pilih Creator Studio. 
     
  3. Lihat di deretan menu sebelah kiri, klik Channel. 
  4. Di bagian Channel ini, kamu pilih Advance atau Lanjutan. 
  5. Kalau sudah terbuka, scroll ke bawah sampai bagian tampilan jumlah subscriber. Silakan pilih dan isi bulatan kecil yang tersedia. 
  6. Jangan lupa klik Simpan, agar perubahannya berhasil.
  7. Segera cek di beranda channel kamu.



Nah sekarang, di channel kamu tidak akan ditampilkan jumlah subscribernya. Caranya mudah, kan?

Kalau ada yang ingin bertanya, silakan isi di kolom komentar ya, insya Allah kalau bisa pasti  aku jawab.

Semoga bermanfaat.

Assalamualaikum Wr., Wb.

Kamis, 03 Januari 2019

Perjuangan Membangun Channel Youtube

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh 😊

Pada era digital sekarang ini, siapa sih yang nggak kenal Youtube? Platform satu ini terkenal dengan fasilitas upload berbagai macam jenis video.

Coba deh, Sahabat. Kalau ingin tahu tentang sesuatu, biasanya kita langsung searching di Google atau Youtube, kan?

Nah, aku juga gitu. Aku kan suka dengan kerajinan tangan, jadi sering jalan-jalan di Youtube untuk cari inspirasi. Setahu aku yaaa Youtube itu gunanya untuk ditonton aja.

Entah bagaimana awalnya, sekitar pertengahan tahun 2017. Aku ingat waktu itu kami lagi di kantor, di sela-sela jam kerja, teman kerja aku (sebut aja namanya si Ana), cerita kalau dia punya channel Youtube yang udah menghasilkan uang.

Eh, ya aku terbengong-bengonglah ya, kan? Memang Youtube mau ngasih duit? Bagaimana caranya?

Trus Ana bilang karena video yang di-upload dia ke Youtube udah dipasang iklan.

Lah?

Lalu yang lebih mencengangkan lagi, dia bilang kalau calon suaminya (sekarang mereka udah nikah dan punya anak satu), pernah dapat 50 juta dalam satu bulan main Youtube. 

50 juta sebulan?

50 JUTA???!!!! 

Alamak! 

Itu uang semua ya?

Ck! Gila kan ya? 

Otakku langsung cling-cling dengar duit sebanyak itu. Dengan semangat 45 aku nanya-nanya ke Ana bagaimana prosesnya.

Ana sih nggak menjelaskan dengan detail. Aku diminta cari tahu dan belajar sendiri, karena dia bilang banyak kok tutorialnya di internet.

Oke, fix! Aku langsung pengen upload semua video yang ada di galeri ponsel aku, hahaha.

Eits, tunggu dulu! Itu kata si Ana.

Kenapa?

Dia lanjut cerita, ternyata akun Youtube dia (entah Adsense dia bilang, aku lupa) yang udah menghasilkan uang itu udah kena banned karena tersandung copyright.

Apa itu? 

Lagi, si Ana nyuruh aku cari tahu sendiri. Bah! Udah mulai pening aku!

Trus dia bilang, syarat biar videonya  bisa dipasang iklan harus mencapai 10.000 view.

Apa lagi itu view???

Lagi dan lagi, aku disuruh belajar sendiri. Ah, sumpeeeh! Kepalaku langsung puyeng 😂😂😂

Tapi aku nggak mungkin menyerah kan? Masa mundur sebelum bertarung? Enggak bisa dong ah!

Singkat cerita, aku benar-benar belajar tentang seluk-beluk Youtube.

Kesimpulan yang aku dapat adalah jika video yang kita upload bisa dipasang iklan (di sini aku udah tahu kalau itu istilahnya monetisasi) harus:

  • Tidak boleh reupload video orang lain.
  • Tidak boleh memakai video dan lagu yang berhak cipta (copyright)
  • Tidak boleh menyinggung SARA
  • Tidak boleh mengandung kekerasan dan pornografi.


Oke, September 2017 aku upload video pertamaku, tentang tutorial membuat bros jilbab. Tentu aja masih hancur. Hancur banget malah. Ya bagaimana dong. Waktu itu kan aku nggak mengerti soal editing, thumbnail, nambah lagu latar untuk backsong dan lain-lainnya. Yang penting dapat 10.000 view dulu. Iya, waktu itu aku mikirnya cuma soal monetisasi. Duit aja isi otakku ini memang, 😂😂😂

Awal 2018, Januari atau Februari gitu, Youtube mengeluarkan peraturan baru. Syarat monetisasi harus mencapai 4000 jam tayang dan 1000 subscriber.

Alamakjang! Ampuuuuun deh!

Semangatku mulai kendor pasti karena mulai malas-malasan buat video. 6 bulan pertama nge-Youtube aku nggak dapat subscriber 1 orang pun! Lah, iya, konten video channelku nggak ada faedahnya memang. Hahaha.

Tapiiii, aku tetap belajar dong, dari banyak sumber. Tentang peraturan Youtube dan editing video. Ternyata kata para Youtuber yang udah berpengalaman, kalau mau nge-Youtube, apalagi pemula seperti aku, jangan monetisasi yang dipikirkan. Nanti melihat jam tayang dan subscriber yang nggak nambah-nambah, malah jadi stres.

Harus diubah mindset-nya, enjoy aja gitu. Anggap aja Youtube itu tempat menyalurkan passion dan hobi. Apalagi kalau video kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Kan bisa dapat pahala, bukan soal uang lagi, tapi udah jadi amal jariyah. Selagi video kita berguna (tentu aja video yang baik-baik), selama itu pula pahala mengalir untuk kita. Ah, cucok meong dah kalau begitu. Wkwkwk.

Saat pertama kali dapat subscriber, ya Allah, aku senangnya bukan main. Sampai-sampai aku screenshoot untuk jadi status di Whatsapp. Hahaha, lebay memang! Namanya juga excited! Hihihi.

Trus adek aku bilang, "Ya udah, aku subscribe channel Kakak, biar nambah jadi 2." Wuaaah, pengen jingkrak-jingkrak rasanya. Makasih Adek. Love you 😘😘😘

Karena semangatnya udah kendor, mulai jarang sih mengurus channelku itu, karena sampai bulan Juli 2018, subscriber aku cuma dapat 4 doang. Mentok aja di angka itu, nggak nambah-nambah.

Eh, pas iseng-iseng buka channel, September 2018, subscribernya udah nambah jadi 23! Aku pikir ini nggak mungkin. Lalu aku lihat di bagian analytic channel, ternyata ada satu video yang menurut aku wow banget view-nya. Nggak nyangka. Apalagi ada beberapa komentar kalau video aku itu katanya bermanfaat. Hmm, adem rasanya hati adek, Bang! 😂😂😂

Udah gitu, setelah ada teman yg lihat status Whatsapp-ku (tetap screenshoot channel kujadikan status WA), dia nanya apa nama channelku, eh dia jadi subscriber aku yang ke-27. Ah, tengkiyu Cinta 😘😘😘

Sejak itu semangat aku nge-youtube balik lagi. Bukan karena ingin monetisasi secepat mungkin, memang keinginan itu masih ada, siapa sih yang enggak mau dimonetisasi? Ya kan? Tapi keinginan itu udah nggak separah seperti di awal-awal.

Jadi ini lebih kepada tanggung jawab moral aku sama subscriber aku yang 27 orang itu. Jangan sampai mereka sia-sia jadi pelanggan channel aku. Mereka harus dapat sesuatu yang bermanfaat sebagai kompensasi udah mau kesasar dan menekan tombol subscribe ke channel aku.

Dan di akhir curhatan panjang yang nggak berfaedah ini, aku mau bilang kalau di tanggal 31 Desember 2018, subscriber aku udah mencapai 282 orang! GILAAA!

Tapi alhamdulillah ya, sesuatu. Hihihi.



Memang perjuanganku masih panjang menuju monetisasi. Jadi aku harus tetap semangat. Mohon doanya ya, Sahabat 😘😘😘

Makasih buat Sahabat yang udah subscribe channel aku. Dan, makasih juga buat Sahabat yang udah mau baca curhatan ini sampai akhir. Moga ada manfaatnya ya.

Semangat!

Love you all.

Wassalamualaikum.


Oh ya, bagi Sahabat yang ingin berkunjung ke channel aku, silakan tonton tautan video di bawah. Channelku tentang tutorial dasar menjahit dan membuat souvenir untuk hantaran.



Minggu, 03 Juni 2018

Membuat Avatar Berhijab untuk Foto Profil Sosial Media

Assalamualaikum 😁😀😃

Jumpa lagi, hihihi.

Setelah menyelesaikan tantangan ngeblog selama satu bulan penuh di Januari kemarin, aku udah janji mau ngeblog sekali seminggu. Apaan? 

Sekarang udah bulan Juni! Ya Allah, 5 bulan molor janjinya yaaa! Ahahaha.

Enggak mau janji-janji lagi lah, kapok sayyah! 😁😁😁

Jadi ini mau ngapain? Apa mau say hello aja?

Enggak dong ya?

Gini, aku mau sharing cara buat avatar yang memakai jilbab. Avatarnya bisa dijadikan foto profil di sosial media yang kita punya. Contohnya seperti ini nih.


Caranya pakai aplikasi Hijab Emoticon Avatar. Download aja di Play Store.

Lalu cara buatnya bagaimana? Sini aku jelasin. Oke, duduk yang manis dulu ya.

  1. Download aplikasinya di Play Store, bisa juga dari sini. 

2. Setelah diinstall, buka aplikasinya. Tap icon START.


3. Pilih model hijab yang kita inginkan,  sekalian warna hijabnya. Lalu pilih tanda centang.

4. Setelah itu, kita bisa pilih bentuk mata, alis, bibir dan warna kulit wajahnya. Setiap selesai memilih, jangan lupa klik tanda centang, agar pilihan kita tersimpan.



6. Kalau ingin menambahkan teks, silakan.

7. Mau pakai latar belakang pun boleh.


8. Udah selesai! Yeaay! Jangan lupa di-save. Nanti langsung tersimpan di galeri kok.

Ini punya aku yang udah jadi. 

Untuk lebih jelasnya,  silakan tonton video di bawah. Eh, ini channel aku loh.  Jadi please di like,  comment dan subscribe yaaa Sahabat.



Oke, sekian dulu tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Kalau ada yang mau ditanya, silakan ketik di kolom komentar yaaa.

Wassalamualaikum. 😊😊😊

Rabu, 31 Januari 2018

Tantangan Ngeblognya Selesai, Yeeey!!!

Assalamualaikum 😋😋😋

#tantangan_ngeblog_31Januari2018


Tantangan Ngeblognya Selesai, Yeeey!!!

Hola-holaaa Sahabat.

Alhamdulillaah.

Akhirnya selesai juga tantangan ngeblog selama sebulan. Dan tulisan ini adalah postingan ke 3 di hari ke 31 di bulan Januari ini, sebagai pengganti tanggal 16 yang kosong postingan. Sekaligus penutup post bulan ini. Yihaaa!!! 😅😂😂

Di bawah adalah screenshot bukti sejarah bagi karir ngeblogku, belum pernah aku menulis post sebanyak ini, 31 post. Ck! Menurutku udah keren kali lah itu. Ahahaha #mulaiSongong



Jadiii...

Mulai besok kayaknya aku nggak posting tiap hari lagi, capek euyy. Rencana 2 tulisan aja per minggu, tapi isinya lebih padat dan semoga lebih bermanfaat. Nggak kayak tulisanku yang sebulan ini (yang kebanyakan cuma curhat nyampah 😂😂😂).

Sekian dulu cuap-cuapku. Inshaallah jumpa lagi di bulan depan.


Wassalamualaikum.
😊😊😊

Rezeki di Akhir Januari

Assalamualaikum 😋😋😋

#tantangan_ngeblog_31Januari2018


Holaaa 😜😜😜

Ini postingan ke 2 di hari ke 31 di bulan Januari ini, sebagai pengganti tanggal 13 yang kosong nggak memosting apapun.

Alhamdulillah rezekiku hari ini banyak kali.

Yang pertama, jualan masker kainku laku banyak. Ini contohnya.



Banyak teman yang menyarankan agar aku jual secara online juga. Tapi alhamdulillah lagi, jualan offline aja orderannya lumayan, sampai aku dan adikku agak kerepotan mengerjakannya. Mungkin karena kami jualnya murah kali ya, cuma Rp5.000/buah, jadi banyak yang order untuk dijual lagi, semacam reseller gitu. Yaaa puji syukur kami punya banyak reseller, karena pada dasarnya kami nggak ada bakat dagang dan promosi. 😁😁😁

Eh, tapi hari ini aku masukkan juga ke akun instagramku. Yaaa, siapa tau ada yang mau order juga.


Rezeki yang ke dua, aku dapat afiliasi baru di BebasBayar. Ada teman kerjaku yang mau pakai aplikasi itu. Lumayanlah bonus afiliasinya.

Okelah, sekian dulu cuap-cuapku. Inshaallah nanti disambung lagi.


Wassalamualaikum.
😊😊😊

Selasa, 30 Januari 2018

Dapat Uang dari Handphone (Bagian 1)

Assalamualaikum 😊😊😊

#tantangan_ngeblog_30Januari2018


Dapat Uang dari Handphone
(Bagian 1)

Hai, hai 😋😋😋

Jaman sekarang pasti Sahabat pada punya smartphone kan? Nah, itu hape dipakai untuk apa aja? Kalau untuk melancarkan komunikasi di keluarga dan pekerjaan sih itu udah pasti kan yaaa? Tapi kadang ada yang punya motivasi lain terhadap gadgetnya. Mungkin ada di antara yang disebutkan di bawah ini:


  • Cuma buat pamer? Sok gegayaan gitu? 😒😒😒
  • Chatting di sosial media? Atau malah ngerumpi 😁😁😁
  • Stalking akun si mantan. Baik mantan pacar, mantan gebetan, mantan selingkuhan, atau mantan majikan, ahahaha.
  • Belanja online?
  • Buat mengisi waktu luang biar nggak mati gaya mungkin hihihi.
  • Mau ngabisin kuota aja mungkin? 😱😱😱
  • Atau buat cari duit dan penghasilan tambahan?

Kalau aku pilih yang terakhir sih, buat dapat penghasilan, wkwkwk.


Jika perlu semua aplikasi di hape aku itu bisa menghasilkan duit, wkwkwk. Apa aja aplikasinya? Cekidut dut!



Mau beli pulsa? Bayar BPJS? Bayar listrik dan air? Tagihan telepon? Atau mau beli voucher game? Ini jawabannya! Bisa sekalian untuk jualan pulsa juga lho, dan yang paling kerennya bisa dapat cashback! 

Aplikasinya gratis. Nggak ada biaya pendaftaran. Depositnya juga nggak buat dompet jejeritan histeris, karena kita bisa isi deposit dengan Rp.10.000 doang! Klik aja di sini kalau Sahabat mau daftar.





Memang agak lama baru terkumpul dollar nya dari aplikasi ini. Aku yang udah main sebulan aja baru bisa dapat $5,220 (tanpa invite teman). But, it's okay lah, dari pada hapeku nggak menghasilkan sama sekali. Klik aja gambar di bawah kalau mau ikutan.


Untuk aplikasi ke 3, inshaallah aku sambung di post selanjutnya yaaa.

Wassalamualaikum.
😚😚😚

Senin, 29 Januari 2018

Cobaan di Angkutan Umum

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_29Januari2018


Hola-hola

HUWAAA 😭😭😭 Coba deh Sahabat bayangkan kejadian yang aku alami tadi pagi pas di angkot mau berangkat kerja.

Dari Menteng mengarah ke terminal Amplas aku naik angkot M97 menuju ke Lubuk Pakam. Tau kan posisi bangku angkotnya kan menghadap ke depan. Aku duduk paling belakang, di situ aku hanya berdua dengan seorang ibu yang kerja di lingkungan perkantoran Pemda Deli Serdang.

Lewat Amplas, naik seorang bapak-bapak. Kalau ditaksir umurnya kira-kira mendekati 50 tahun. Perawakannya sedang dan kepalanya agak botak. Karena di deretan depan bangkunya udah penuh, dia masuk ke belakang dan duduk di tengah-tengah. Di situlah mulai dia gerak yang aneh-aneh. Kadang ngadap ke kiri, yaitu aku. Terus ke kanan, menghadap si ibu. 

Yang buat aku curiga dia itu agak sakit, karena dia suka ngoceh sendiri. Iiih, gila apa yaaa?!

Kalau lancar, perjalanan dari Amplas ke Lubuk Pakam sekitar 40 menit. Tapi karena ada perbaikan jalan dari Amplas sampai ke perbatasan Medan-Deli Serdang, macetnya ampun-ampunan, bisa molor sampai 1,5 jam. 

Di tengah kemacetan itu lah si bapak di sebelah buat aku terkejut setengah mati. Kekmana nggak jantungan coba, lah dia menggaruk-garuk selangkangan nya sambil ntah ngoceh apa. Huwaaa 😭😭😭.  Mau lari ke mana coba?! Padat gitu angkotnya.

Pengen jerit sebenarnya, biar dia diturunkan, syukur-syukur kalo digebukin dulu 😈😈😈 tapi aku tahankan. Selama dia nggak nyenggol atau melecehkan kami yang ada di sampingnya, oke, aku bakal cuek. Tapi dalam hati entah apa aja yang kubaca. Mulai dari istighfar (siapa tau karena aku banyak dosa, jadi ketiban sial macam ini), sampai ayat pengusir setan seperti Ayat Kursi, 😩😩😩

Alhamdulillah, sampai tujuan dan aku turun, dia nggak ada coba-coba megang aku atau si ibu yang di sebelah kanannya. Alhamdulillah wa syukurillah, amaaaaaan.

Yang namanya cewek kalau nggak curhat, agak kayak mana gitu yaaa. Karena itu, sampai di tempat kerja, begitu masuk ke ruang kantor, bibirku yang seksi ini (hueeek, ahahaha) langsung berceloteh. Eh, lah si kawan langsung balas: "Itu lumayan. Aku pernah ngalamin sampe yang dia ngeluarin burungnya!"

OMEGAAAAT!

OOI MAKJAAAANG!!!

OOO EM JIII HELLOOOW!!!

Sial kali lah aku kalau sampai mengalami yang macam itu. Jangan sampai Ya Allah, minta ampun Ya Rabbi.

Haaaah!

Itu penyakit mental kan ya? Apa itu namanya? Eksibis atau eksibionis, atau apa gitu? Ck! Mbuuuh! Donnow lah!

Apa itu akibat pengaruh video-video porno yang banyak beredar di internet ya?

Jadi kepikiran, kalau aku ditakdirkan jadi pejabat, aku pengin jadi menteri Infokom biar punya wewenang bisa dengan leluasa menjegal dan menutup situs-situs yang merusak bangsa. Biar anak bangsa kita nggak pada rusak mentalnya.

Sama pengin jadi kepala BNN, biar bisa menghadang peredaran narkoba di negeri tercinta kita ini. Karena aku udah banyak lihat orang-orang yang rusak karena narkoba. Contohnya tetanggaku, jadi nggak waras gara-gara pake shabu-shabu. Nauzubillah iminzalik!

Semoga aja pemerintah kita punya solusi untuk mencegah bangsa ini dari kerusakan mental yang lebih parah. Aamiin 😇😇😇

Sekian.

Wassalamualaikum
😁😁😊


Minggu, 28 Januari 2018

Hari ke-10 latihan 30 Days Squat Challenge

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_28Januari2018


Hola-hola Sahabat. Acem hari Minggunya? Oke? Syeeedap? 😅😂😂 Yaaa semoga ya hihihi.

Hari ini aku nggak ada latihan squat, because today is rest day. Ya memang gitu programnya. 4 hari squat 1 hari istirahat, begitu untuk seterusnya.

Setelah kemarin mengerjakan 60 squat, untuk hari ke-11 besok tahu nggak harus bisa berapa?

120 coy! Yaps, 120 kali! Oooi makjang! Gila nggak weee. Serasa lebih berat dari patah hati kayaknya, atau lebih galau dari mendengar si mantan mau nikah besok wkwkwk. Yaaa nggak gitu amat sih 😆😆😆 tapi kayaknya berat lah itu.

Doakan aku bisa ya, Sahabat. Biar bokongku yang tepos ini bisa nungging dikit ahahaha.

Udah ah. Sekian.


Wassalamualaikum
😁😁😃

Sabtu, 27 Januari 2018

Review 9 Hari 30 Day Squats

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_27Januari2018


Udah baca postinganku yang 9 hari yang lalu? Itu pas awal aku jalani program 30 Day Squats. Nah, postingan kali ini aku membahas perubahan apa aja yang terjadi setelah aku program itu selama 9 hari.


  • Kalau soal pegal jangan ditanya. Bokong, apalagi paha bagian depan, beuuhh, ampun Nyai! Pegaaaal!!! Kaki gemetaran dan lemas udah kayak jelly. Eits, tapi tenang aja. Pegalnya cuma sampai hari ke 6 sih, setidaknya itu yang aku rasain. Hari berikutnya sampai sekarang udah nggak begitu pegal. Pegal sih pegal memang, tapi hampir nggak terasa gitu.

  • Lingkar pinggul yang awalnya 82 cm, sekarang setelah 9 hari naik jadi 82,5 cm. Lah, cuma setengah senti doang? Iyaaa! Tapi aku udah senangnya minta ampun itu, ahahaha. Entah nanti setelah hari ke 30 nambah berapa cm. Harapan aku sih nggak muluk-muluk, cuma sampai 86 cm aja udah keren lah itu, 😁😁😁.

  • Terus, bokong agak terasa kencang gimana gitu, macam ketarik-tarik ke atas rasanya. Aku jadi gemas sendiri 😅😂😂

Segitu aja sih dulu yaaa, inshaallah nanti hari ke 20 kita lihat lagi sejauh apa perkembangannya. Sebenarnya pengin difoto before dan after bentuk bokongnya tampak dari samping, trus diupload ke sini biar ada bukti progressnya. But, so sorry. Bentuk tubuh kan aurat yaaa? Apalagi bokong, astaga! Jadi dosa kalau tetap diupload! 😓😰😪

Sekian review hari ini.


Wassalamualaikum
😄😄😃

Perokok yang Egois

Assalamualaikum 😊😊😊

#tantangan_ngeblog_26Januari2018


Kesal nggak sih lihat orang yang merokok di dalam angkot? Atau di tempat/fasilitas umum lainnya?
Udah pasti kesal lah yaaa?

Heum, kalau aku bukan kesal lagi. Tapi pengin nabok atau ngegampar tuh orang. Apa lagi kadang-kadang udah merokok, habis itu batuk-batuk mulutnya nggak ditutup. Duh, suka-suka jidatnya sendiri, serasa dunia milik pribadi. Udah nyebar asap beracun, eeh nebar virus pula lagi. 😡😡😡 Pengin lempar tuh orang ke planet Pluto. Eh, Pluto bukan planet lagi deng, udah dipecat dia sebagai planet bungsu dan imut-imut, hihihi.

Lah, ngapain jadi ngomongin planet? 😫😫😫

Oke. Balik ke masalah awal.

Intinya, orang yang merokok di tempat umum itu adalah orang zalim.

Why? #Lah, sok nginggris 😅😅😅

Karena dia udah mengotori udara bersih yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Juga udah mengambil hak orang banyak untuk menghirup udara bersih. Ya, gitu.

Apalagi kalau sampai ada yang sensitif sama asap rokok dan langsung kambuh sakitnya. Zalim, kan yaaa?

Udah gitu, kalau kita nutup hidung atau kibas-kibas asapnya dari muka kita, dianya malah tersinggung. Jadi kita harus ikhlas gitu menghirup udara yang udah dia racuni gitu.

Dasar ORANG GILA! Ke laut aja kau sana! Gak waras! Sakit jiwa!

Oalah, kok aku jadi esmosi?!

Haaah, ya udahlah. Bye. Sekian.  Inshaallah sambung lagi besok.


Wassalamualaikum
😐😁😀


Kamis, 25 Januari 2018

Sinusitis? Duuuh, Meler Melulu

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_25Januari2018


Nggak enak tau kalau kita kena sinusitis.


  • Dingin: meler
  • Panas dikit: meler
  • Salah makan: meler
  • Banyak pikiran: meler plus stress
  • Kena debu: meler plus bersin
  • Kena asap: meler plus sakit kepala, bonusnya mual
  • Kena flu: ini mah udah pasti bukan meler lagi, tapi langsung TELER! 😭😭😭


Kenapa aku bisa kena Sinusitis? 

Dokterku jawabnya karena aku alergi, alergi debu. Lama-kelamaan jadi radang tuh rongga sinus yang di hidung sama di kening. Ck!

Dan beliau bilang, sinusitis itu nggak bisa sembuh total. Ibarat rumah yang terkena banjir. Operasi atau penyedotan yang dilakukan cuma kayak menguras banjirnya. Nah, sisa lumpur yang di lantai bisa dipel, tetapi tidak dengan sinusitis yang nggak bisa tuntas dibersihkan. Masih bisa kambuh kalau nggak bisa menjaga kesehatan tubuh.

Namun, nggak usah cemas. Penderita Sinusitis bisa hidup normal. Yang penting bisa menjauhi pencetusnya, jangan lupa untuk memperhatikan pola makan juga pola hidup. Agar kekebalan tubuh tetap prima. Karena seringnya sinusitis gampang kambuh kalau kondisi badan kita lagi drop, beuuhh cepat banget kambuhnya itu, tapi membaiknya butuh waktu agak lama 😥😰😭.

Inshaallah kapan-kapan kalau aku ada kesempatan, aku bakal tulis apa aja yang aku lakukan untuk menjaga supaya tuh penyakit nggak gampang kambuh. Juga apa yang aku lakukan jika sinusitis datang menyerang.

Sekian.

Semoga Allah SWT melindungi kita dalam kesehatan yang selalu prima.

Wassalamualaikum
😊😊😊 


Baca juga:





Rabu, 24 Januari 2018

Review Setelah Ngeblog 21 Hari

Assalamualaikum 😋😋😋

#tantangan_ngeblog_24Januari2018


Hola-hola Sahabat. Met pagi, siang, sore, malam, or tengah malam. Ehehehe.

Mau nulis apa yaaa aku hari ini? Heuuum ... Pengennya nulis apa ya? Makin bingung aku. Padahal kemarin udah post yang ke 21 di bulan Januari ini.

Oooh gini aja lah. Review pengalaman ngeblog rutin setiap hari setelah membuat 21 post.

Sebenarnya asyik aja sih sejauh ini. Udah mulai nemu waktu yang enak untuk nulis materi post. Enaknya malam sebelum tidur. Sambil menunggu ngantuk datang (biasanya jam 9), mulailah diriku membuka program office di ponsel.  Kalau tanpa riset dan gugling untuk cari tambahan informasi, biasanya 1 post bisa siap 1 jam aja. Tapi kalau perlu tambahan info, bisa butuh waktu sampai 2 atau 3 jam baru bisa nyelesaikan 1 post.

Walaupun jujur, aku kurang puas dengan apa yang udah kutulis. Kayak materinya belum matang dan dangkal karena ngejar deadline harus ngisi blog setiap hari. Kayak dikejar-kejar gitu, jadinya terburu-buru aja, yang penting ada post setiap hari. Ck!

Jadi rencananya kalau nanti tantangan ini udah selesai, nggak mau aaah update tiap hari. Adek capek, Abang! 😅😂😂 Seminggu sekali kayaknya enak juga tuh yaaa. Ada waktu buat riset dan searching, sama mengendapkan tulisan dulu. Biar lebih oke, lengkap dan detail isi tulisannya. Informasinya pun bisa dipertanggungjawabkan, bukan hoax yang wara-wiri bertebaran di internet.

Ya, gitu lah pokoknya. 😅😂😂

Ada sih yang buat aku senang. Jumlah post aku yang 21 di bulan ini udah mengalahkan rekor aku ngeblog per tahunnya. Coba lihat deh di bawah ini. 


Sebelumnya, jumlah post yang paling banyak itu di tahun 2012 sebanyak 18 post. Nah, sekarang masih di Januari aja, aku bisa nembus sampai angka 21, dan malam ini post yang ke 22. Gila! Nggak nyangka lah aku bisa mencapai rekor segitu. Bangga dong yaaa? Iya dong hahaha.


Udah ah yaaa, aku dah ngantuk. Padahal masih jam setengah 9 malam, tapi aku dah teler 😁😁😁

Night, Sahabat.


Wassalamualaikum 😋😋😋

Selasa, 23 Januari 2018

Review Whaff Reward dan Whaff Locker

Assalamualaikum 😃😃😄

#tantangan_ngeblog_23Januari2018


Sahabat tahu Whaff Reward dan Whaff Locker yang katanya bisa menghasilkan dollar dalam waktu singkat? Kalau belum tahu, silakan searching dulu ya. Banyak tuh yang bahas di internet.

Di sini aku mau coba review kedua aplikasi penghasil dollar itu. Aku men-downloadnya tanggal 27 Desember 2017. Aku mainkan setiap hari sampai hari ini, hari ke 27. Udah berapa dollar yang aku peroleh?

Sedikit. Cuma $4,494.



Kok bisa cuma dapat segitu? Karena aku sama sekali nggak ada invite seorang pun, dimana 1 orang yang kita invite bonusnya $0,3. Yaaa, kekmana nggak invite satu pun. Begitu kita tawarkan, mereka jawabnya: "Ah, bohong itu! Mau aja kau kena tipu!"
Ck! Yo wis, aku settoop prospek orang. Macam MLM aja pun 😅😂😂

Whaff Reward


Pada awal aku download Whaff Reward, ada 11 aplikasi di menu Pick Premium yang bisa di-download dan dimainkan. Terbayang dong satu hari bisa dapat berapa dollar? Iya.

Dari menjalankan aplikasi yang ditugaskan di hari 1, aku bisa dapat $1. Tapi, lama-kelamaan, jika 1 aplikasi udah selesai dan dihapus, Whaaf tidak mengganti aplikasi yang baru untuk di-download. Alhasil, makin hari aplikasinya makin berkurang. Sampai hari ini, cuma ada 3 aplikasi yang bisa aku mainkan, yang kalau di total cuma $0,04/hari. Makanya dollar yang didapat cuma segitu.  Hayyaaah... 😭😭😭

Entah nanti kalau ketiga aplikasi itu selesai kukerjakan akan diganti mereka dengan aplikasi-aplikasi baru yang lain. Kalau nggak, mampus ajalah. Kapan bisa payout coba? Mana  harus $11,5 dulu baru bisa payout. Kapan nyampenya coba?

Menu Pick Whaff-nya juga susah, bahasa Inggris semua! Mana ketehe artinya! Aku kan tahunya cuma yes no ah uhh ah uhh nya aja. Wkwkwk, apa maksudnya ini?! 😁😅😂

Whaff Locker


Aku memasang aplikasi Whaff Locker bersamaan dengan Whaff Reward.
Katanya 1 hari bisa dapat 10 s/d 15 kali buka kunci yang bernilai $0,01/unlock.

Apaaa?

Sampai sekarang aku cuma bisa dapat 3 kali doang. Iya, cuma 3 kali. Pagi, siang dan sore. Udah kayak minum obat yaaa 😆😆😆

Nah, Sahabat bisa mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca review aku di atas. Jangan tergoda deh dengan slogan-slogannya yang menyatakan bisa menghasilkan dollar dengan cepat. Nggak ada itu. Kita tetap wajib berusaha sekeras mungkin untuk bisa mencapai payout biar bisa menikmati dollar-nya. Yaaa, dengan cara meng-invite orang kali. Tapi apa iya, orang mau diajak dengan gampangnya? Ya nggak, kan?

Ya sudahlah. Sekian. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum
😊😊😊

Senin, 22 Januari 2018

75% Orang Indonesia Adalah Tukang Buang Sampah Sembarangan

Assalamualaikum
😅😂😂

#tantangan_ngeblog_22Januari2018



75% Orang Indonesia Adalah Tukang Buang Sampah Sembarangan


Wuiiih, judulnya provokatif bener yaaa. Ini survey ala aku sendiri yaaa. Wkwkwk. Aku harus siap-siap dibully netizen ini.😄😄😄

Tapi coba lihat aja. Di angkot, di jalan raya, dan fasilitas umum lainnya, pasti nggak luput dari yang namanya sampah. Iiissh. Pengen kali aku getok kepalanya.

Yaaa kekmana dong?

Gini, tuh orang kok enak sekali mencampakkan sampahnya dengan sesuka hati. Punya pikiran nggak, siiih? Atau memang nggak punya otak ?

Punya, Neng. Cuma yaaa itu. Otaknya kecil, jadi kapasitas berpikirnya pun ala kadarnya.

Pliiis jangan tersinggung. Kalau Sahabat bukan tipe orang yang suka buang sembarangan seperti, yaaa maaf, 😁😁😁

Memang susah ya, menyimpan sampahnya sebentar dan membuangnya kalau udah ketemu tong sampah. Nggak sulit kan, ya?

Ck!

Memang nggak sulit, cuma orang-orang Indonesia ini kebanyakan malas membuang sampah pada tempatnya. Juga payah soal membuang mantan pada tempatnya, wkwkwk. Makanya banyak yang pada galau gara-gara nggak bisa move on hahaha.

Coba deh bayangkan. Jika setiap orang punya sampah, minimal 1 aja. Trus buang dah tuh sembarangan. Di jalan, di sungai, atau di tempat umum lainnya. Pasti jadi gampang banjir kan?

Tapi kalau udah banjir, pada sibuk mengomentari pemerintah yang kurang sigap mengatasinya.

Ck!

Introspeksi dulu lah woiii! Hihihi. Usahakan dari diri sendiri dulu untuk tertib membuang sampah pada tempatnya, baru mengajak orang lain agar melakukan hal yang sama.

Kalau semuanya udah begitu, pasti tercipta kebersihan yang terjaga kan? Lingkungan jadi tampak rapi dan indah. Tentunya membuat kita lebih sehat karena bebas dari sampah yang berserakan.

Ayo dong kita mengusahakannya bersama 😍😍😍

Sampah? NO WAY!!!


Wassalamualaikum
😊😊😊

Minggu, 21 Januari 2018

Pengin di Rumah Aja Kalau Lagi Libur

Assalamualaikum 😊😊😊

#tantangan_ngeblog_21Januari2018


Hola-hola Sahabat. Pa kabarnya hari Minggu ini? Tadi siang jalan-jalan kemana aja? Ceritain dooong 😍😍😍

Kalau aku nggak kemana-mana. Biasalah, tipe anak rumahan. Keluar rumah kalau ada keperluan aja. Nggak suka nongkrong sana-sini sih. Mending bocan aja di kamar, bobok cantik. Atau bokep, bobok cakep. Ahahaha.

Yaaa bagaimana nggak gitu coba? Dari Senin sampai Sabtu, dari pagi sampai jam 14.45, aku kerja. Jadi kalau hari libur itu bawaannya pengin istirahat aja. Kadang-kadang beberes kamar atau rumah. Bisa juga ngerjain hobi sih. Gitu.

Kalau Sahabat bagaimana? Ngapain aja kalau lagi libur kerja?

Sharing dooong. Siapa tahu aku tertarik buat melakukannya.



Wassalamualaikum
😊😊😊

Sabtu, 20 Januari 2018

Menghilangkan Kutil? Jangan Pakai Cara Ini.

Assalamualaikum 😃😄😄

#tantangan_ngeblog_20Januari2018


Di hari ke 20 tantangan ngeblog ini, aku mau cerita apa yaaa? 😥😥😥

Oh, ini aja. Pernah nggak Sahabat punya kutil? Iya, kutil. Pasti gemes kan yaaa? Pengin gitu diiris aja pakai silet, atau dicongkel pakai apa gitu biar tuh kutil bisa copot. Kayak lagi pas buang mantan, campakkan jauh-jauh 😅😂😂

Kalau baca di internet, banyak banget tips untuk menghilangkan kutil. Ada cara yang alami bahkan sampai cara yang ekstrim. Hiiiyyy.

Tapi pliiis deh, jangan coba-coba pakai campuran kapur sirih dan sabun batangan. Ampun dijeee! Ngeri hasilnya 😖😫😭  Karena aku udah pernah coba, jadi aku tahu apa akibatnya. Jadi pliiis jangan pakai cara itu.

Memangnya kenapa, Neng?

Dulu, aku punya kutil di bagian kaki. Gugling lah di internet cara ngilanginnya. Ada beberapa tips sih yang buat aku tertarik, karena gampang dan bahannya mudah dicari. Eits, tapi aku nggak langsung percaya begitu aja dong yaaa. Siapa tahu tips-tips itu cuma hoax. Iiih gila aja kalau ada efek samping yang membahayakan.

Jadi aku tanya ke beberapa teman. Ada satu tips yang mereka rekomendasikan (di internet ada juga yang share tips ini) yaitu campuran sabun batangan dan kapur sirih, diadon sampai rata lalu ditempelkan ke kutil. Karena ada teman yang menguatkan info tips ini, ya aku percaya aja.

Waktu adonan itu ditempelkan ke kutil dan ditutup pakai isolasi biar tidak lepas selama 1 jam, PANAAASNYA na'udzubillah!!! Gila, macam kulit tuh sengaja dibakar. Duh gitu aja aku udah minta ampun, apalagi panas di neraka ya. Astaghfirullah! Ya Allah, jauhkanlah kami dari api neraka 😇😇😇

Hasilnya?

Jangan ditanya.

Begitu dibuka, kutil beserta kulit yang terkena adonan, jadi GOSONG coooy! Hitam sehitam-hitamnya. Pantas aja rasanya kayak dibakar. Memang kutilnya lepas, tapi kulitnya juga ikut terkelupas dalam. Kutil hilang, malah muncul bekas luka yang lebih besar! Sampai sekarang udah 4 tahun nggak bisa hilang, justru jadi keloid! Ck ck! Mampus aja dah! 😩😫😣 

Tobat saya, tobat!

Sebenarnya aku malu mau cerita ini, aib kan yaaa? Tapi, sumpah! Aku nggak mau ada korban lagi gara-gara tips gila macam ini. Ampuuun! Gak mau lagi. Gak mau lagi. Cukup aku aja yang ngerasainnya, kalian jangan.

Pengin punya kulit mulus dan cantik malah jadi entah bagaimana. So, jangan dicoba yaaa. Mending ke dokter atau tanya ke apotik aja deh, biar lebih aman dan nggak berbahaya.

Ya udah lah. Mudah-mudahan kalian bisa mengambil pelajaran dari curhatku yang sungguh tak berfaedah di malam ini.

Sleep tight. Have a nice dream.


Wassalamualaikum
😙😗😘

Jumat, 19 Januari 2018

Pengin Punya Bokong Indah?

Assalamualaikum 😊😊😊

#tantangan_ngeblog_19Januari2018


Hola-hola Sahabat.
Duh, siapa coba yang nggak minder punya bokong tepos? Udah gitu turun pula. Astaga! 😩😣😫  Dan, sayangnya itu aku, huwaaa 😭😭😭.

Untungnya aku nemu solusi waktu gugling, nyasar ke sebuah forum yang ada thread membahas bagaimana caranya punya bokong padat dan indah dalam waktu 30 hari.

Yihaaa! Senang dong yaaa? Iya dong 😍😍😍

Bagaimana? Bagaimana?

Sabar dong iiih!

Ini screenshot-nya. Silakan langsung ke TKP, eh Play Store maksudnya. Nama aplikasinya 30 Day Squats Challenge. Download aja deh yaaa 😊😊😊




Apa aku juga ikutan download? Iya dong pastinya 😎😎😎

Baru 2 hari ini aku ikut programnya. Hari pertama aku bisa squat 30 kali. Hari ke dua yang seharusnya 50 kali, aku cuma bisa 32 kali! Asli, nggak nyampe penuh sempurna!

Kenapa bisa gitu? Alamak! Mulai dari pinggul sampai paha pegalnya nggak tanggung-tanggung coooy!  Tapi it's okay lah, masih bisa kutahan. Mungkin itu karena otot pinggul dan pahaku mulai bereaksi. Jadi, besok harus bisa lebih, lebih, lebih! Aku pasti bisa! 😎😎😎




Oh ya, sebelum melakukan squat, jangan lupa pemanasan biar nggak cedera otot. Lakukan juga pendinginan setelah latihan untuk menormalkan suhu tubuh dan detak jantung.

Eh, aku iseng sih, ngukur lingkar pinggul setiap habis latihan. Dua hari awal ini lingkarnya masih 82 cm. Kita lihat aja perkembangannya 28 hari ke depan. Moga makin naik dan bentuknya bisa bagus yaaa.

So, yang punya bokong tepos kayak aku, ayo dong kita latihan sama-sama.
Semangat!!!

Wassalamualaikum
😊😊😊


Kamis, 18 Januari 2018

Tentang Jilbab

Assalamualaikum 😊😊😊

#tantangan_ngeblog_18Januari2018

Sehat semuanya kaaan? Hehehe.

Pernah nggak sih Sahabat dengar ada yang bilang gini: "Aku pake jilbab kalo ke luar rumah aja. Kalo di rumah ya nggak dipake."

Oooh, oke!

Kalau ada yang masih begitu pemahamannya, yaaa apa ya? Salah? Emang! Tapi kalau ditilik dari kesadarannya mau menutup aurat ketika di luar rumah, itu udah bagus. Tapi sebenarnya kalau mau mempelajari tentang bagaimana pemakaian jilbab yang seharusnya, yang sesuai dengan aturan agama, pasti lebih baik lagi pemahamannya.

Karena:

Jilbab itu bukan perkara di dalam atau di luar rumah , tetapi tentang mahram dan bukan mahram. Mahram seorang perempuan itu siapa aja? Heum, cari tau sana sendiri yaaa. Hihihi.
Iya, jika di dalam rumah kita terdapat orang yang bukan mahram kita, tentu saja kita tidak bisa melepas jilbab. Begitu pun sebaliknya, jika kamu yakin di satu kampung itu mahram kamu semua, silakan melenggang bebas sambil pamerin rambut kamu yang hitam panjang bak mayang terurai 😅😂😂.

Begitu.
Iya, begitu emang aturannya.

Udah, aku mau bilang itu aja sih di tulisan ini. Ahahaha.

See yaaa later.

Wassalamualaikum 😊😊😊

Rabu, 17 Januari 2018

Antara Angkot, Becak dan Ojek Online

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_17Januari2018

Hola-hola semuanya. Hihihi.

Akhir tahun 2017 kemarin, tepatnya 13 Desember 2017,  di Medan terjadi demonstrasi supir angkot. Nggak main-main dan nggak tanggung-tanggung, seluruh angkot di kota Medan nggak ada satu pun yang beroperasi.

Kacau? Jelas! Kacau kali lah pokoknya. Sampai polisi ikut mengerahkan mobilnya untuk mengangkut masyarakat yang hendak berangkat sekolah dan mau kerja.

Kenapa mereka demonstrasi? Tak lain dan tak bukan adalah karena transportasi online, baik Go-jek, Grab maupun Uber.

Kalau menurut pandanganku yang orang awam ini, demonstrasi itu tidak bisa disalahkan juga tidak pula bisa dibenarkan. Mengapa?

Sebab menurutku setiap jenis transportasi itu punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Aku adalah pelanggan setia angkot sejak awal masuk SMP tahun 1998, sampai sekarang udah bekerja tahun 2018, aku masih mengandalkan angkot sebagai transportasi utama.

Kalau becak, kadang-kadang aja kalau lagi kepepet, karena ongkosnya mehong boook! 😁😁😁 Apalagi kalau udah malam atau hujan, oooi makjang! Suka-suka hati tukang becaknya aja naikkan ongkos, kadang-kadang nggak masuk di akalku. Mereka kayak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan gitu. Eh, tapi nggak semuanya begitu. Ada juga aku nemu penarik becak yang tidak neko-neko, mau bagaimana pun situasinya dia tetap pasang tarif sewajarnya. Nah untuk yang ini, malah aku yang sering nambahin ongkosnya tanpa diminta.

Dengan munculnya transportasi online, sejujurnya aku benar-benar terbantu. Misal dari rumahku ke Universitas Negeri Medan, nggak ada angkot yang sekali jalan ke sana. Harus dua kali naik angkot yang berbeda dan jalurnya itu adalah jalur macet. Apalagi pagi jam berangkat kerja dan sore saat pulang kerja, alamaaak! Stres nungguin macetnya udah sama kayak stres nunggu jodoh yang nggak datang-datang. #mblo, mblo, derita lo itu mah!

Nah, si Adek yang kuliah di universitas itu pun lebih sering pakai Go-jek. Dari segi ongkos memang sedikit lebih mahal, tapi dari segi kecepatan dan kelancaran, tentu Go-jek yang lebih unggul karena bisa memilih jalur yang lancar dan cepat agar sampai ke tujuan tepat waktu.

Bukannya aku membela ojek online yaaa. Kan tadi udah kubilang, sampai sekarang aku masih tetap naik angkot ke tempat kerja. Hanya saja di beberapa situasi memang ojek online lebih dibutuhkan dibanding angkot dan becak. Lagi pula tarif ojek online juga nggak bisa sesuka hati driver mengubahnya, ada kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan.

Angkot juga demikian, ada Organda yang menentukan tarif angkutan. Tapi yang aku kesalnya, setiap naik harga BBM pasti tarif angkot juga langsung naik. Giliran harga BBN turun (waktu Pak SBY masih jadi presiden, BBM turun harga sampai 3 kali) eh, tarif angkot nggak pernah turun. Ck! Alasan yang diberikan para supir angkot adalah: harga sparepart nggak ada turun. Lah, emang tiap hari tuh angkot-angkot ganti sparepart kayak ngisi BBM tiap hari? Enggak kan! Ck! Kayak mana harga sparepart mau turun, kalau ongkos transportasi sama sekali nggak turun. Bukan hanya masalah sparepart, semua harga barang pasti nggak bakalan turun kalau biaya transportasi tidak mengalami penurunan. 'Tul nggak sih?

Gitu sih menurutku. Menurut Sahabat bagaimana?


Wassalamualaikum
😊😊😊

Senin, 15 Januari 2018

Ternyata Ngeblog Susah Yaaa?!

Assalamualaikum

#tantangan_ngeblog_15Januari2018


Huwaaa... Aku kecolongan! 😩😭😭
Ternyata tanggal 13 Januari aku nggak ngisi blog! Gagal dong yaaa??? Yaaah 😭😭😭 Jadi kayak mana ini? Ck! Aaaah! Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Ikhlaskan aja lah!

Tapi eh tapi, Sahabat. Tolong dengarkan--eh salah, tolong baca ceritaku ini kenapa aku bisa bolong ngeblog di tanggal itu.

Itu kan hari Sabtu ya? Heum, aku pulang kerja jam 3 sore. Kalau perjalanan lancar, setengah lima udah sampai rumah. Tapi apalah mau dikata, Medan-Lubuk Pakam itu luar biasa macetnya, udah nyaris ngalah-ngalahi Jakarta.

Yang pertama buat macet itu di Amplas, lagi ada perbaikan jalan sampai batas Medan-Deli Serdang.

Sebab ke dua, ini terjadi sejak bandara Kuala Namu beroperasi. Iya, akses utama ke bandara internasional itu kan dari simpang Kayu Besar Tanjung Morawa. Nggak jauh dari situ terdapat gerbang tol Belmera. Bisa dibayangkan macetnya ampun-ampunan. Uuggh! Yang pasti, kalo dari rumah udah sarapan, sampai Lubuk Pakam udah lapar lagi. Sampai di tempat kerja bedak dan lipstik pun juga ikut luntur, wkwkwk.

Belum lagi Sabtu sore banyak yang mau jalan-jalan malam mingguan. Uwooow! Macetnya gila-gilaan. Lihat pasangan yang mau malmingan kan aku jadi baper. Ck! Dasar jomblo karatan emang, butuh tatih tayang segera ini kayaknya, biar nggak ngiri terus 😅😂😂

Oke, balik lagi ke cerita awal. Setelah mengarungi dunia permacetan dengan tingkat kebaperan yang kronis, akhirnya aku sampai rumah hampir jam 6, nyaris mendekati maghrib. Untung lagi libur sholat, kalau nggak, sholat asharnya entah nyangkut di mana.

Udah capek dong ya sampai rumah jam segitu? Ya, iya lah Mbak Bro. Setelah melakukan ritual beres-beres dan makan, akhirnya jam 9 baru bisa nyentuh bantal dan guling tercinta. Haaah, kenapa bukan suami, Tuhan?! #tuh kan, kumat lagi baper jomblonya. Sabar ya, Neng. 😩😩😩

Orang-orang di rumah udah tau kalau aku termasuk tipe PTT, Pantang Teletak, Tidur! Udah capek plus ngantuk, ketemu pula dengan bantal. Apalagi yang mau dilakukan selain pengin cepat-cepat bobok?!

Karena itulah, dengan berjanji sepenuh hati, aku pun bertekad mau nulis post nanti setelah tidur dulu sebentar. Sebentar lho, niatnya sebentar. Tapi yang terjadi sungguh buat aku pengen lempar galon air sama kulkas--eh aku nggak punya kulkas betewe. Ck! Aku BABLAS molor sampai pagi! Oooi makjang!

Gagal rencana nulisnya, GAGAL!!! Huwaaa....

Ah, demikianlah adanya. Untuk gantiin hari yang bolong kemarin, rencananya besok InshaAllah aku mau ngepost 2 tulisan sekaligus sebagai ajang balas dendam, 😂😂😂 Moga-moga aja, besok bisa bangun pagi. Harap maklum, kalau lagi haid aku memang payah bangun pagi, pengen bobok terus. Apa karena HB-nya turun waktu haid ya, makanya jadi ngantuk mulu? Au ah, gelap! 😂😂😂

See you later.

Wassalamualaikum
😊😊😊